Perpisahan

11 Maret 2010

Pagi ini salah seorang sahabat virtual yang dicintai oleh banyak orang meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya. Timeline Twitter saya dipenuhi oleh ucapan belasungkawa yang mengalir. Saya adalah orang yang paling tidak tahan menghadapi sebuah perpisahan. Hanya ada satu hal yang bisa membuat saya tenang untuk menghadapi sebuah perpisahan yaitu kejelasan bahwa semua ini terjadi untuk sebuah hal yang lebih baik bagi kita semua.

Saya ingat betapa jatuh bangunnya saya ketika almarhumah ibu saya meninggal, setelah hampir 3 tahun lebih beliau berjuang menghadapi kanker yang dideritanya. Semangat hidup dan keinginannya untuk sembuh yang berkobar membuat ia bisa bertahan setelah dokter memvonis umurnya tidak akan melebihi satu tahun. Hari demi hari pada saat itu di lalui dengan penuh derita, tapi kami tetap memberi semangat, sampai akhirnya beliau dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Pada saat ia pergi, terlihat betapa damai wajahnya tertidur, dan sejak saat itu kelegaan saya dapati hanya dengan melihat wajahnya yang terlelap dalam damai itu.

Apa yang ingin saya sampaikan di sini? Perpisahan selalu membawa kesedihan karena kita cenderung berpikiran bahwa perpisahan akan selalu berarti penderitaan di kedua belah pihak. Tapi jika kita bisa melihat sebuah perpisahan justru sebagai sebuah pelepas derita, maka kita akan jauh bisa lebih siap menghadapi perpisahan tersebut.

Hello world!

13 Oktober 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.